Jumat, 15 Maret 2013

BOKASHI




LAPORAN
PEMBUATAN BOKHASI
DENGAN PUPUK KANDANG














 


















Disusun oleh:
Alfi Maysaroh                         (01)
Dwi Puji Lestari                      (09)
Khavid Adi Saputra                (16)
Nensi Klorida                          (21)
Siami Anita Sari                      (26)
XI KI 2
SMK N 1 PANJATAN
Alamat: Jln. Cerme-Panjatan, Cerme, Panjatan, Kulon Progo 55655

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb.
            Atas berkat dan rahmat Allah SWT yang telah melimpahkan petunjuk, rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini.
            Sehubungan dengan penyusunan laporan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Hesti Kurnianingsih,S.Si yang telah memberikan pengetahuan sekaligus guru pembimbing.
            Namun kami yakin bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan-kekurangan, baik dalam penyusunan maupun materi yang terdapat di dalamnya. Untuk itu, saran maupun kritik yang bersifat membangun dari semua pihak selalu kami nantikan dan akan kami terima dengan senang hati.
            Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga laporan ini berguna bagi para pembacanya, dan akhirnya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.




                                                                                                Panjatan, 04 Februari 2012



                                                                                                            Penyusun








BOKHASI

1.      Pengertian Bokhasi
Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi.
Bokhasi yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien. Starter yang digunakan amat bervariasi, dapat diinokulasikan dari material sederhana seperti kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, natto, anggur, bahkan bir, sepanjang material tersebut mengandung organisme yang mampu melakukan proses pengomposan.
Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga, sampah dapur umumnya menjadi material yang dikomposkan, bersama dengan starter dan bahan tambahan yang menjadi pembawa starter seperti sekam padi, sisa gergaji kayu, ataupun kulit gandum dan batang jagung (Yusuf, 2000). Mikroorganisme starter umumnya berupa bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komunitas bakteri, memfermentasikan sampah dapur dan mempercepat pembusukan materi organik.
Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya; kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat. Pembusukan akan terjadi segera setelah pupuk kompos ditempatkan di dalam tanah. Pengomposan bokashi hanya berperan sebagai pemercepat proses pembusukan sebelum material organik diberikan ke alam.


2.      Fungsi Pupuk Bokhasi.
Fungsi dari pupuk bokhasi meliputi:
a.       Menggemburkan tanah sehingga mempermudah penggarapan berikutnya sekaligus mengembalikan struktur tanah yang sudah rusak atau tanah yang sudah kritis.
b.      Bisa menyerap dan menyimpan air pada waktu musim kurang air.
c.       Bisa menghasilkan produksi yang berkualitas baik, sehingga meningkatkan nilai jual.
d.      Pengadaan bahan baku dilingkungan kita cukup mendukung, tinggal pengolahan dan sebagainya.


3.      Proses Pembuatan Pupuk Bokhasi.
a.       Alat
1)      Timbangan
2)      Serok
3)      Ember (2)
4)      Pengaduk
5)      Pisau
6)      Botol Aqua 1 L
7)      Bagor

b.      Bahan.
1)      Pupuk kandang           4 kg
2)      Dedak                         1 kg
3)      Sekam                         1 kg
4)      Daun                           secukupnya
5)      Gula                            5 sdm
6)      EM4                            5 sdm
7)      Air                               5 L

c.       Cara pembuatan.
a.       Membuat larutan EM4 dengan perbandingan 5 sdm EM4, 5 L air dan 5 sdm gula.
b.      Mengaduk rata dan diamkan minimal 2 jam dan maksimal 2 hari.
c.       Memperkecil ukuran bahan organik minimal 1,5 cm hingga 2,5 cm.
d.      Mencampur dedak, sekam, kotoran ternak, dan bahan organik.
e.       Menyiram adonan dengan larutan EM4 secara perlahan dan merata, usahakan kandungan air mencapai 30%.
f.       Menuang adonan ke ember.
g.      Menutup rapat dan diamkan selama 1 minggu.
h.      Mengaduk dan membalik dilakukan tiap 5 hari sekali.

Dokumentasi.

1.      Persiapan alat.

        
    Serok                                   Timbangan                                 Ember
      
Bagor                                      Pisau                                        Botol Agua 1 L

2.      Persiapan Bahan.


             


Daun kering                                 EM4                                   Kotoran sapi
             
Air                                           Gula merah                              Dedak
Sekam

3.      Proses Pembuatan
             

             

             


             


             


             



4.      Hasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar